Tujuh tahun kemudian. Maira menghapus air matanya saat acara pementasan seni Ezar. Hari adalah hari pementasan seni sekaligus acara kelulusan Ezar di sekolah dasar. Waktu begitu cepat berlalu, sebentar lagi Ezar akan masuk ke Sekolah menengah Pertama. "Ayo tepuk tangan." Miranda menyenggol lengan Maira. Maira mengangguk."Iya." "Makin hari...Ezar makin ganteng, dan sangat dewasa,"puji Miranda. "Ah, itu...Tio juga,kan. Ezar banyak belajar dari Tio." Maira memeluk lengan Miranda. "Andai aku punya anak perempuan, aku mau jodohkan Ezar." Miranda terkekeh,"tapi, sayangnya adiknya Tio juga laki-laki." "Jodohkan aja Tio sama Nesya." Maira berbisik. Miranda terkekeh, itu ide yang bagus, tapi, rasanya Nesya terlalu sempurna untuk Tio. Tapi, tidak menutup kemungkinan mereka berjodoh kalau ter

