Miranda menatap suaminya dengan sinis. Nugra sedang memilih-milih hadiah untuk ulang tahun pernikahan Ryu dan Maira. Miranda pikir, apa pentingnya perayaan pernikahan mereka, sementara untuk hari pernikahan mereka pun, Nugra tidak peduli. Bukan tidak peduli, hanya saja ia sering lupa. Bagi Miranda itu sama saja dengan tidak peduli. Dengan wajah cemberut ia menunggu, melihat-lihat barang lain untuk menghilangkan keresahan hatinya. "Aku sudah pesan. Kamu mau beli sekalian?" Nugra mendekati sang isteri. Miranda menggeleng."Aku udah punya semuanya. Kamu belikan yang mana untuk mereka?" Ternyata rasa penasaran wanita itu tidak bisa dibendung lagi hingga keluarlah pertanyaan itu. "Yang tadi kita lihat." Nugra menjawab dengan santai. Mata Miranda terbelalak."Itu harganya setengah miliar, Saya

