“De—Demon?” ulang Alin dengan mata terbeliak karena melihat catatan tentang nama-nama makhluk halus berada di meja kerja, dia memandang Adrian yang hanya mengangguk dengan penuh ketegasan. “Demon yang mereka yakini ini memang makhluk yang bereadaannya tidak diketahui atau sangat jarang muncul dalam pikiran normal manusia, tetapi mereka membuat janji yang sudah seperti mantra magis.” Adrian menjelaskan dengan kalimat yang justru membuat bulu kuduk Alin merinding, kenyataan tentang illuminati saja sudah sangat mengerikan. Kenapa sekarang muncul Demon sungguhan untuk dilibatkan? "Jangan menghalangi seekor lembu ketika datang dari padang rumput, karena Demon menari di antara tanduknya.” Dirly membacakan satu status dari situs yang ia curigai sedang mengintai Iqtbar Maulana sejak lama, “kura

