"Gimana? Apa Mbak Tamara kasih ijin?" tanya Viona begitu Bayu masuk ke kamarnya. "Iya, setelah aku susah payah membujuknya. Apa kamu senang?" tanya Bayu. "Banget, akhirnya keinginan kamu terkabul, Nak." Viona mengusap perutnya yang mulai sedikit berisi karena usia kandungannya yang sudah tiga bulan meskipun belum terlalu terlihat. "Nanti habis ini mau apalagi? Aku harap tidak ada lagi keinginan aneh-aneh yang merepotkan," ucap Bayu. "Apa kamu pikir itu mauku? Aku sama sekali tidak menginginkan itu, semua itu benar-benar keinginan bayi ini. Aku awalnya juga berniat untuk tidak memberitahu keluargaku tentang pernikahan ini, karena aku sadar ini hanya sebuah pernikahan kontrak. Tapi anakmu ini yang tiba-tiba saja menginginkan hal itu, aku sampai tidak bisa tidur karena terus terbayang mas

