"Sayang, aku merindukanmu." Daniel langsung memeluk Tamara dan mengecupi lehernya. "Sabar dulu, Sayang. Aku juga baru sampai ini," ucap Tamara berusaha melepaskan diri dari pelukan Daniel. "Mau tunggu apalagi, Sayang." Daniel langsung melumat bibir Tamara, membuat Tamara tidak bisa menolaknya. Dengan ganas Daniel melumat bibir Tamara, kedua tangannya meremas d**a Tamara. Sampai akhirnya mereka sampai di sisi tempat tidur, Daniel langsung mendorong tubuh Tamara. Daniel menurunkan celana bokser yang dikenakannya, lalu membuangnya asal. Tamara membuka dress selututnya dan melemparnya menjauh. Hanya tinggal bra dan celana dalamnya saja yang tersisa, Daniel kembali menyergap Tamara dengan deru napas memburu karena hasratnya yang membuncah. Sambil melumat bibir Tamara yang sudah pasrah berb

