Irene membiarkan dirinya larut dalam lukanya,bahkan untuk melawan rasa benci dalam dirinya dia sama sekali tidak berdayanya, tatapan kosong yang terpancar dari kedua bola matanya membuat Hilton semakin dendam ingin menghabisi Saleh dan Solim "Irene, dengarkan om, kamu dan kakak Silviana akan om bawa ke Jakarta,kita tinggalkan desa ini,om mohon kamu jangan ini" Hilton terus mengajak Irene berbicara "Om, Irene takut ke rumah itu lagi, nanti dia datang lagi om, Irene takut" tatapan ketakutan Irene dengan tangan yang gemetaran membuat hati Hilton terasa sesak "Kita akan pindah nak,kamu harus sehat,kamu kuliah di Jakarta ya sayang,om juga ada toko kosmetik,toko baju dan juga ada salon di mall terbesar Jakarta,itu bisa om berikan kepada kamu,tapi kamu harus sehat dan kuat,kamu mau kan bantu o

