"Dari mana kamu sampe jam segini baru pulang?" tanya Hendi ketika Yani tiba di rumah dan kaget melihatnya sudah ada di teras rumah. "A-aku habis periksa–" Hendi melihat baju Yani, persis sama warnanya dengan wanita yang dia lihat di jalan tadi. Sedikit rasa curiga menjalari benaknya. Itu membuat amarah Hendi mulai tersulut. Apalagi, Yani mengatakan hal yang tidak mungkin. "Bohong! Dua hari yang lalu kamu sudah minta uang untuk periksa! Aku juga mengantarmu, apa kamu pikir otakku udah rusak hingga tidak mampu mengingatnya!" bentak Hendi, sangat kesal. Hendi memijat kening melihat Yani hanya diam, membuka pintu dengan wajah kesal. Bukannya meminta maaf, tapi malah masuk ke rumah mengabaikannya begitu saja. Malah tampak wajah merengut yang sungguh jelek di mata Hendi. "Yani! Sini ka

