CHAPTER DUA PULUH SEMBILAN

2264 Words

            Jam sudah menunjukkan pukul tujuh lebih. Bel masuk sudah menggema beberapa menit yang lalu. Murid- murid sudah duduk di kelasnya masing- masing, seperempatnya lagi lari tunggang langgang menuju kelas setelah mendapat sedikit toleransi dari guru piket.             Mahesa masih terduduk di sana. Menikmati matahari pagi dengan sebatang rokok yang terselip di antara jari telunjuk dan jari tengahnya. Hidungnya menghirup udara segar di tempat terbuka itu. Rooftop sebuah gedung tak berpenghuni itu memang ampuh membuatnya sedikit melepas penat.             Sepertinya sudah lama ia tidak ke sini. Kesibukannya dengan Ciara jelas membuatnya kehilangan waktu untuk bolos ataupun sekedar nongkrong sambil merokok di jam belajar.             Tiba- tiba kata- kata papanya beberapa hari yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD