12

427 Words
'Sahabat itu, ketika kita menangis dan ia menghapus air mata kita, ketika kita menumpahkan keluh kesa ia menjadi pendengar, ketika tertawa ia lah yang membuatnya.' sellaselly12 Suasana kelas baru, Sasi memilih bangku dibagian nomor dua bersama Gina sedangkan Galang dibelakang sendirian pastinya. "Lo yakin gak papa duduk sendirian?" Tanya Sasi melihat Galang sedikit kasihan. "Gak papa kok, lagian gue biasa duduk sendirian, lagipula gue kan cowok" Seru Galang dan membuat Sasi tenang. "Ya udah gue mau pulang ah, badan gue lengket" cetus Gina. "Gue juga" kata Sasi dan Galang serentak. "Kalian dijemput atau gimana?" Tanya Galang yang di tujukan kepada Gina dan Sasi. "Gue dijemput" jawab Gina tersenyum. "Gue juga" jawab Sasi. "Artinya kita bertiga sama, kita keluar berenang aja" ajak Galang. "Lo berdua duluan aja, gue mau ke toilet bentar" pamit Sasi tanpa menunggu jawaban dari Gina dan Galang, Sasi langsung melesat pergi menuju toilet. *** "Serem juga nih sekolahan kalo sepi gini" kata Sasi, pandangannya menyapu koridor yang nampak sepi karena jam menunjukkan pukul setengah empat sore itu artinya kegiatan belajar mengajar telah usai sejak dua jam yang lalu, namun masih ada beberapa siswa-siswi yang berada disekolah untuk mengikuti ekstrakurikuler. Sasi sedikit parno, alhasil untuk mengusir rasa parno nya ia mengambil hpnya untuk memainkannya selagi ia berjalan menuju toilet yang berada di ujung koridor yang tak jauh dari kebun belakang sekolah. Brak.. Benda pipih yang Sasi mainkan terjatuh hingga karatnya retak, batere dan kartunya juga berhamburan. Ia hanya bisa menatap nanar hp miliknya yang terjatuh karena tertabrak oleh seseorang. "Kalo jalan tuh liat-liat" bentak cowok di depannya dan Sasi masih menatap nanar hp miliknya. "Dasar b**o" ejeknya, seketika membuat Sasi terpancing. "Apa? b**o? Siapa yang b**o? Gue yang jadi korban kenapa elo yang sewot?" Ketus Sasi. "Elo lagi kan? Kenapa sih elo selalu nabrak gue? Atau jangan-jangan elo bu-" Ivan belum selesai bicara, sudah dipotong oleh suara khas Sasi. "Jaga omongan elo, gue mau elo ganti rugi hp gue" ketus Sasi sengit. "Oke, tunggu besok. Dan gue juga tunggu elo ganti rugi motor gue" tegasnya meninggalkan Sasi berserta Hpmiliknya yang telah rusak. **** Sasi tengah menonton Tv, ia sangat sebal karena ia harus pulang dengan berjalan kaki. Dan ini semua gara-gara Ivan sialan itu, itu karena hpnya rusak dan ia tak bisa menghubungi kakaknya untuk menjemputnya. "Cemberut aja sih lo?" Kata Rian mencubit pipi adiknya yang tengah marah. "Sakit kak, emang lo kira jalan kaki dari sekolah sampe rumah gak tekor apa?" Sewot Sasi. "Ya gak papa lah, sekali-kali elo itu harus jalan kaki, biar tinggi badan elo gak segitu-gitu aja" ejek Rian. "Au ah, gue mau tidur, Bunda udah tidur kan kak?" Tanya Sasi. "Udah dari tadi" jawab Rian dan tak dibalas oleh Sasi, ia malah pergi meninggalkan Rian menuju kamar apelnya. See you next part
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD