Jam menunjukkan pukul 9 pagi, Langit masih berleyeh-leyeh malas di kasurnya. Tidak ada yang bisa dilakukan, rencana nya ingin bertemu dengan pacarnya setelah dua minggu menyupiri ratusan manusia kepenjuru dunia tapi pacarnya sedang berada di Bandung mengerjakan projek busana miliknya. Jangan tanya kan rindu, Langit sudah frustasi menahan rasa rindunya kepada kekasih nya itu. “Kak….” Sebuah suara dari mengusik kegiatan bermalas-malas Langit. Selimut yang masih membalut dirinya ditarik paksa oleh adiknya. “Jemput papa di bandara yuuk !” “Ck…Ogah !” decak Langit tak berminat. Clarisa mendengus kasar lalu menaiki ranjang kakak nya itu lalu memposisi kan tubuhnya di d**a Langit. “Ayooo lah, sekali aja. Kak Langit mah gitu, nanti sekalian kita makan diluar, perdana loh !” bujuk Clarisa lagi

