BAB 22

1622 Words

            “Bukan begitu. Aku sudah mema’afkanmu. Jadi, kita tidak perlu membahasnya lagi. Maksudku begitu.”             “Kamu baik sekali.” Mata Cleo meremang basah seakan mencoba meyakinkan Soraya kalau dia menyesal. “Daniel beruntung mendapatkanmu. Semoga kamu bisa menjadi ibu sambung yang baik untuk Andrew.”             Soraya tidak sepenuhnya percaya tapi mata Cleo yang basah membuatnya sedikit peduli. Apalagi kalimat terakhir yang Soraya tangkap sebagai do’a.             “Silakan diminum kopinya, Soraya. Aku sudah memesannya untukmu.”             “Aku tidak minta kamu memesankannya untukku.”             Cleo terdiam sesaat. Kemudian dia tersenyum canggung. “Aku pikir kamu akan cepat sampai di sini.”             “Baiklah, akan aku minum.” Soraya mengangkat cangkir kopinya.   

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD