"Sedang apa disini?" tanya laki-laki itu. "Kak Julian..." Mata Thania berbinar menatap laki-laki yang menjadi tujuannya. Senyum Thania mengembang walau matanya berkaca-kaca. Disaat sedang bergalau ria bagaimana langkah selanjutnya, justru tanpa diduga semesta begitu baik padanya, mengabulkan keinginannya untuk bertemu Julian lagi. "Eemm... Aku... Aku di sini sebenarnya ingin bertemu Kak Julian," jawab Thania yang sedikit ragu namun akhirnya berterus terang dengan tujuannya. Julian hanya mengangguk kecil. Ia tidak terkejut mendengar jawaban Thania. Raut wajahnya tetap kalem dan menenangkan. "Kenapa kamu tidak menghubungi aku?" "Aku tidak memiliki ponsel," jawab Thania cepat. Julian agak bingung dengan jawaban Thania, di zaman seperti ini siapa juga yang tidak memiliki ponsel. Bahkan a

