“Kamu yakin?” tanya Nara, ia tau Rania sangat menyanyangi pekerjaannya. Sangat susah untuk masuk ke perusahaan, mereka berdua berjuang sangat keras untuk bisa diterima di perusahaan dengan banyaknya tes dan pelamar lainnya. “Aku tidak punya pilihan lain, kandunganku semakin besar sangat susah untuk menyembunyikannya lagi,” jelas Rania dengan wajah sedih. Sebenarnya ia juga tak ingin berhenti bekerja, tapi kandungannya semakin membesar. Pasti orang-orang akan bertanya perihal kandungannya, lalu apa yang harus ia jawab. Ia tak mau anaknya di kenal dengan anak tanpa ayah nantinya. Jadi solusi terbaik adalah berhenti bekerja. “Aku tau itu,” balas Nara lagi, ia ikut sedih mendengar curhatan Rania. “Kamu banyak mengorbankan dirimu demi anak yang ayahnya saja tak pernah menganggapmu ada

