2.jumiati SMP

603 Words
8 Januari 2000 krieeet... Terdengar derik pintu dari kamarku.aku tahu pasti itu ibu yang akan membagunkanku.aku masih pura-pura terlelap. "Jum..Jum..jumiii"panggil ibu sambil menggoyangkan tubuhku. aku hanya melengguh malas tapi tetap ku bangun mengubah posisi yang tadi tidur menjadi duduk tanpa membuka mata barang setitik celah. "nak gadis ayo bangun.. solat subuh dulu abis itu berangkat sekolah,ayo..buka matanya cantik.." rayu ibuku untuk membuatku bangun. akupun membuka mata sedikit demi sedikit hanya untuk memenuhi permintaan perempuan yang sangat kucintai ini. "iya ibu..ini Jumi bangun ..hoaam"jawabku sambil menguap,pertanda ingin ku lanjut tidur lagi. dengan terpaksa kulangkahkan kakiku untuk mengambil air wudu lalu ku tunaikan solat sesuai dengan kewajibanku sebagai seorang muslimah. keluargaku bukan keluarga yang terlalu agamis,namun selalu menerapkan apa yang menjadi kewajiban sebagai manusia,memenuhi hak dan kewajiban kita sebagai manusia sebisanya. sebenarnya aku tidak begitu perduli,bahkan aku tidak mengerti tentang agamaku sendiri, bukan aku tidak percaya tuhan,aku hanya tidak yakin saja.seperti pada umumnya kadang kepercayaan kita tanpa disadari mengikuti orang tua kita,yaa..mungkin kadang akan berubah setelah menjadi dewasa. jujur saja sebenarnya ayahku seorang penganut agama Budha. Ayah tidak memaksaku untuk mengikuti nya ataupun untuk mengikuti ibu, begitu sebaliknya. Akan tetapi ibu lebih cenderung selalu menyuruhku untuk solat,ngaji dan sebagainya.maka dari itu aku lebih cenderung mengikuti ibu. kujalani sebisaku, sepahamku,,semampuku untuk menjadi seorang anak yang baik. berbicara tentang baik, orang-orang akan melihat dari luar aku adalah anak yang sangat baik begitupun aku didepan kedua orang tuaku. Namun,aku sebenarnya menyembunyikan semua kenakalanku di luar tempat aku tinggal. Meski agak merepotkan, akan tetapi demi menjaga nama baikku, keluarga,orang tuaku, beserta lingkungan dimana aku tinggal. "ibu aku berangkat.."pamitku pada ibuku sambil mencium tangannya, setalah melakukan aktifitas pagi, seperti mandi dan sarapan. "pamit ya Bu.."sekali lagi aku mengucapkan nya. "iya, hati hati ya nak.."ucap ibuku sambil mengusap rambutku. "bapak,aku pamit pak" pamitku kepada ayahku sambil mencium tangannya. "iya,nak.sekolah yang bener yah"pesan ayahku setiap paginya. "iya, pak."jawaku sambil melontarkan senyum manisku. Grag !! suara pintu yang ditimbulkan karena aku mendorong dengan keras. Bukanya aku sesumbar karena kesal,tapi memang begitulah cara menutup pintu rumahku yang terlalu mewah. Rumahku hanya berdindingkan anyaman bambu dan kayu,pintunya juga sama,bahkan kamar mandiku terpisah dengan rumah.begitulah kira-kira keadaan rumah di pedesaan jaman pada waktu itu.akan tetapi bebeda dengan keadaan rumah orang kaya yang ada dikampungku kala itu yang terlihat seperti istana.kesenjangan ekonomi sangat terlihat. Rumah orang kaya sudah pasti dilapisi tembok kokoh dan keramik ataupun bebatuan yang berkilau,bahkan terjejer kendaraan pribadi terbaru kala itu. Kehidupan di desa memang agak lambat tidak seperti di kota,apalagi desaku di desa nan jauh terpencil di pojok Utara pulau Jawa. Aku selalu berjalan kaki menuju sekolahku. Sekolah menengah pertama yang pertama dan satu satunya di kampungku.aku tidak sekolah keluar desa karena kedua orangtuaku pun sepertinya terlalu berat jika aku sekolah di luar desa, meskipun aku anak satu-satunya,tapi dengan pekerjaan ibuku dan ayahku yang bekerja di ladang sawit milik juragan setempat.memang jarang ada sawit di pulau Jawa,tapi tidak menutup kemungkinan untuk ada kan?. "Jumi !!" panggil Sutrisno,teman sekelas ku dan juga kekasihku kala itu. dia memang agak aneh,kadang pendiam kadang cerewet minta ampun, seperti sekarang ini,dia sedang cerewet,karena dia memanggil namaku di jalan. "Ayo jalan bareng,hehe"ajak dia manis sambil menggandeng tanganku. aku hanya tersenyum geli sambil tersipu melihat kelakuanya. "Jumi,sudah sarapan?"tanyanya sambil menatap priatin. begitulah tingkah lucu Sutrisno. "sudah No..memang kau belum?"jawabku sambil tersenyum kepadanya. "aku sudah pasti sudah"jawabnya. "Jumi, seperti biasanya yah pualng sekolah nati, hehehe" tuturnya seraya memberi kode untuk berkencan. memang setiap hari sepulang sekolah kamu selau berkencan.tidak menghabiskan waktu lama,hanya barang satu jam atau dua jam cukup untuk kami,asalkan bersama. "iyaa ayok..kemana kita?"jawabku.. "kita lihat nanti"jawabannya sambil menjawil ujung hidungku. "apa yang direncanakan Sutrisno terhadap ku kali ini?." batinku.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD