“Sejak pertemuan itu ada sesuatu yang berbeda dalam hati ini, tak tau apa yang sedang membuat hati ini beda, apakah aku suka dia? tapi itu tak akan mungkin!” Zian memikirkan seseorang, yang tiada lain yaitu Alana. Seseorang yang pernah hadir di kehidupannya dan sempat menghilang kini telah kembali. Seketika itu kulihat Zian sedang duduk di bawah pohon yang hijau, dalam hati ini ingin sekali kalau aku ada di sampingnya menemaninya, tapi rasa malu, gugup tertancap di hati ini. Sungguh sulit melangkahkan kaki ini untuk berjalan menemuinya. Tapi, pada akhirnya kulangkahkan kaki dengan disertai bacaan basmalah, kulangkahkan kaki ini tuk menemuinya. “Hai Alana, sedang apa kamu disini sendirian?” Zian duduk di samping Alana. “Hai, lihatlah di sekitarmu, begitu indah bukan? pemandangan di sini

