Melly terkejut saat seseorang mengetuk pintu kamar asramanya. Ya, Melly akhirnya menerima untuk sementara waktu tinggal di asrama. Beberapa program terapi telah disiapkan oleh dokter Bram. Namun, dokter Bram meyakinkan Melly bahwa ia tak akan merasa seperti sedang di terapi. Itu semua berkat bantuan Zian. Melly pun melangkah menuju pintu dan membukanya. “Hai Melly, kita ketemu lagi.” Sapa Dewi dengan nada ceria seperti menyambut kawan lama yang baru saja berjumpa kembali. Untuk sesaat tubuh Melly membeku tak tahu apa yang harus dilakukannya. Walaupun sebelumnya sudah diberitahukan bahwa ia akan satu asrama dengan Dewi, tetap saja saat bertemu dengan perempuan yang membuatnya cemburu buta bisa membuat dirinya tak tahu harus berbuat apa. “Oh, hai.” Jawab Melly singkat. Senja mulai perg

