“Siapa kau sebenarnya?” “Hm, nama saya, Jeros.” “Bukan namamu yang aku tanyakan. Sepertinya aku harus meralat pertanyaanku ... kau ini sebenarnya makhluk apa karena manusia mustahil bisa tetap awet muda sepertimu?” Jeros tertegun beberapa menit lamanya, wajahnya terlihat begitu kebingungan. Lucia menatap orang di hadapannya tanpa sedikit pun memalingkannya ke arah lain. “Kenapa diam?” Tanya Lucia, yang mulai kesal karena orang itu tak kunjung menjawab pertanyaannya. Jeros terkekeh sembari menggaruk-garuk pelipisnya. “A-Anda ini bicara apa? Saya ... tentu saja saya manusia seperti anda.” Lucia memicingkan mata, kepanikan yang terlihat jelas di wajah Jeros semakin membuatnya curiga. “Tidak mungkin kau tetap awet muda seperti ini jika kau benar-benar manusia. Seharusnya sekarang kau

