DUA PULUH DELAPAN

2457 Words

“Tunggu sebentar!”  Langkah Lucia seketika terhenti tatkala suara yang familiar baginya merasuki gendang telinganya. Saat dia berbalik badan dan mendapati sosok Aeera tengah berdiri sembari bersedekap d**a, satu alis pria itu terangkat naik.  “Apa maksud Anda membisikkan kata-kata seperti itu barusan?” Tanya Aeera dengan nada suara sinis dan ketus. Lucia masih terdiam, memperhatikan dengan seksama bagaimana wajah reinkarnasi mendiang istrinya tampak memerah entah karena apa.  “Ada yang salah dengan kata-kataku?” Tanyanya, meminta penjelasan.  Suara dengusan keras meluncur begitu saja dari mulut Aeera. Dia berdecak merendahkan. Lantas memiringkan kepalanya dan kembali membuka mulutnya untuk bicara.  “Apa Anda bersikap seperti ini karena merasa bersalah dengan kejadian semalam?”  Lucia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD