Aeera menatap lurus seolah lupa cara berkedip pada sosok pemuda kurus di depannya yang sedang tersenyum lebar. Berdasarkan cerita Lucia, pemuda itu bernama Jeros. Dan yang membuat Aeera sulit memercayainya karena Lucia mengatakan pemuda itu bukan manusia melainkan siluman. Padahal di mata Aeera, pemuda itu tidak lebih dari remaja seumurannya. Aeera berdeham, “Kau ... benar siluman?” tanyanya. Jeros mengangguk antusias masih dengan senyuman lebar yang tersungging di bibirnya. “Tapi kau terlihat seperti manusia biasa sepertiku.” “Ini bentuk penyamaran saya. Maaf saya tidak bisa memperlihatkan wujud asli saya sebagai siluman di depan anda, Putri.” “Jangan memanggilku putri, aku hanya gadis biasa bukan keturunan kerajaan.” “Seperti yang saya katakan, di kehidupan sebelumnya anda seora
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


