Aeera belari sekencang yang dia bisa, raut khawatir tercetak jelas di wajahnya. Begitu dia mendengar kabar dari Jeros bahwa Lucia dipanggil menghadap ke ruangan kebesaran Raja, firasat buruk seketika memenuhi pikiran Aeera. Dia takut sekaligus khawatir kejadian kemarin dimana Lucia telah membunuh bahkan memakan pengawal pribadi pangeran Lucky yang menjadi penyebab suaminya itu diperintahkan untuk menghadap. Yang dipikirkan Aeera saat ini hanya satu, dia ingin secepatnya tiba di ruangan kebesaran Raja. Dia akan membela Lucia semampu dirinya, meski dirinya sadar memang kejadian ini sepenuhnya salah Lucia. Setibanya di depan ruangan kebesaran Raja yang untuk pertama kalinya pintu ruangan yang biasanya dalam keadaan tertutup, kini dalam keadaan terbuka lebar. Hal yang ditakutkan Aeera bena

