DUA PULUH LIMA

2951 Words

Lucia melesat pergi begitu kereta yang ditumpangi Aeera tetap berjalan hingga jarak membentang memisahkan mereka saat ini. Dia berlari cepat hendak menyusul kereta itu, tak peduli berapa banyak manusia yang tengah memperhatikannya karena terkejut melihat kecepatan larinya yang tentu saja tak ada satu pun manusia yang mampu  menandinginya.  Lucia terus berlari tiada henti. Dia ulurkan satu tangannya ke depan saat jaraknya dengan kereta nyaris terkikis habis. Dia berniat menghentikan kereta itu, membawa Aeera keluar dan pergi dari tempat ini jika perlu. Dia akan bicara berdua dengan Aeera dan mengucapkan semua kata-kata yang belum sempat dia katakan ketika Aeera menghembuskan napas terakhirnya. Mengatakan kata maaf mungkin akan menjadi prioritas utamanya.  Namun saat tangan itu nyaris meny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD