EMPAT PULUH EMPAT

2915 Words

Dengan susah payah Lucia berusaha bangun, berlutut di lantai dengan tatapan sendunya tertuju pada Aeera yang juga balas menatapnya.  “Kau takut padaku, kan? Setelah tahu siapa aku, pasti kau takut sekarang.”  Aeera tak merespon, dia bangkit berdiri dan berlari menghampiri Lucia. Memeluknya erat dan berbisik pelan di telinga pria itu. “ Lucia ... aku merindukanmu.”  Lucia menegang, berusaha melihat ekspresi wajah Aeera, namun tak bisa karena Aeera yang semakin mempererat pelukannya. Lucia hanya ingin memastikan dia tidak salah mendengar.  “Lucia ... aku senang bisa bertemu lagi denganmu.”  Lucia tak sanggup lagi menahan rasa penasarannya, dia melepas paksa pelukan Aeera, terpaku mendapati wajah Aeera sudah banjir dengan air mata.  “Aeera ... kau ...”  Aeera mengangguk, “Ya, aku mengi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD