Jajaran petinggi kerajaan tengah berjalan tegap memasuki istana, berdiri angkuh memandangi bangunan kokoh dimana sang raja tengah menunggu kedatangan mereka. Seringaian tercetak di wajah mereka, meyakini hari ini merupakan akhir hidup dari sang raja dan orang yang mereka hormati serta ikuti sebagai junjungan akan segera naik tahta. “Tuan, ini keberuntungan untuk kita. Reiga memerintahkan anda dan kita semua berkumpul hari ini di istana untuk penyambutan anda sebagai mertua raja. Tanpa dia ketahui, hari ini adalah hari terakhir dia bisa bernapas.” Sang pria misterius tersenyum miring, dia mengangguk, sependapat dengan sang bawahan yang berbisik di telinganya. “Ya, Reiga tidak akan tahu hari ini kita akan melakukan kudeta besar-besaran. Bagaimana, mereka sudah mendarat di dermaga sesua

