22 | Depressed

1178 Words

Mentari telah terbit, cuitan burung saling bersahutan menyambut pagi. Setelah berkali kali menguatkan batin dan mentalnya, Medlyn pun memutuskan untuk pergi ke sekolahnya hari ini. Dengan Elvan, ia merasa lebih baik. Ia merasa lebih kuat. Perlahan tapi pasti, Medlyn melangkahkan kakinya menuju gerbang utama EASH. Saat memasuki kelasnya, Medlyn langsung dihadang oleh Aca dan Stella. Saat Aca hendak memeluk Medlyn, ia langsung berteriak, mengundang atensi seluruh kelas. "JANGAN SENTUH GUE!!" teriak Medlyn, membuat Aca beringsut mundur. "Ren, jauhin mereka! Gue takut" cicit Medlyn sambil memeluk Rendy erat. Air mata Aca meluruh begitu saja. Ia benar benar terkejut melihat respon dari Medlyn. "Med, ini gue Aca. Lo kenap-" "Pergi lo!! Pergii!!" Medlyn berteriak diiringi tangisnya. Elv

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD