Criss tersenyum, berbading terbalik dengan raut wajah Liam yang kini mulai berubah. Hilangnya keangkuhan yang sebelumnya menghiasi wajah Liam membuat Criss senang. Liam memalingkan wajahnya, menghindari tatapan Criss yang begitu intens. "Sialan! Apa dia tahu kalau dalangnya itu gue?" teriaknya dalam hati. "Lo harus tenang, Liam, jangan panik," lanjutnya. "Lo pasti tahu kan kalau beberapa hari yang lalu gue hampir aja kecelakaan karena ulah seseorang." Criss terus menatap Liam, dan ia sadar kalau tatapannya membuat Liam merasa tak nyaman, karena memang itulah yang ia inginkan. "Oh ya, gue baru tahu." Liam lega karena ia bisa membalas ucapan Criss dengan tenang. Criss sama sekali tidak terkejut dengan balasan Liam, sudah ia duga kalau Liam pasti akan mengatakan kalimat tersebut. "Ah,

