Selamat membaca! Rencana Jessy untuk meloloskan diri, akhirnya sia-sia, karena Carter dengan cekatan berhasil menghindar dari hantaman vas bunga yang di arahkan ke bagian kepalanya. Hal yang membuat pria paruh baya itu jadi semakin murka dan langsung menyodorkan pistol yang digenggamnya, membuat Jessy tercekat begitu ketakutan. "Tuan, Tuan, tolong jangan tembak saya! Maafkan saya Tuan Carter, saya masih ingin hidup." "Maaf katamu! Apa semua yang telah kau lakukan bisa dimaafkan?" tanya Carter dengan sorot matanya yang menajam. "Saya akan mengembalikan semua harta yang telah saya ambil dari brankas putra Anda, tapi tolong jangan bunuh saya!" Jessy mulai beringsut mundur ke arah sebuah nakas yang ada di sisi kiri belakang tubuhnya. Tempat dimana ia meletakkan ponsel miliknya, setelah men

