40

1001 Words

Fey bangun karena perutnya yang tiba tiba mual. Ia berlari dari kamarnya karena sudah tidak tahan lagi. Ia menghela nafas lelah ketika tidak ada sesuatu yang keluar dari mulutnya,hanya ada cairan bening yang membuat Fey tersiksa. "Jangan giniin Mama dong dek" gumam Fey sembari mengusap perutnya. Selesai membasuh muka Fey mengangkat wajahnya menatap cermin didepan,hati nya mencelos ketika melihat Aksara berdiri disaana dengan tangan bersidekap menatapnya datar. "Kenapa?" tanya nya lembut. Fey yang masih terkejut tak bisa berpikir lagi ketika Aksa membimbingnya menuju ranjang. Bahkan Fey lupa kalau semalam ia tidur di kamar mereka,bukan ruang baca,padahal seingatnya Fey tidur disana setelah puas menangis. "Mual?" Fey diam tanpa mau membalas ucapan Aksa. Pria itu keluar lalu beberapa saat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD