30 Aksara POV

1241 Words

Aku menghela nafas pelan. Untuk kesekian kalinya Fey bisa tertidur dengan nyenyak setelah mengeluh pusing sedari tadi. Selepas dapat kabar dari Siti yang mengatakan Fey sakit,Aku langsung bergegas pulang,tidak kupedulikan pekerjaan ku yang memang sedang banyak. Bagiku Fey adalah hidup ku,kalau dia sakit aku pun sama. "Jangan sakit dong,cepet sembuh" kukecup singkat pelipisnya yang berkeringat. Sedih rasanya melihat orang yang kita cintai harus tergolek lemah tidak berdaya seperti ini,apalagi Fey yang biasa ceriwis dengan berbagai obrolannya,tak ketinggalan godaan yang ia lontarkan untukku setiap pagi nya. Yah,walaupun lebih banyak Aku yang menggodanya dengan kemesuman ku ini. Meskipun begitu Aku selalu senang melihat pipi yang sekarang sedikit gembil itu bersemu merah karena godaanku.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD