BAB 10: PESAN PERTAMA (REVISI)

1046 Words

SELAMAT MEMBACA *** "Kamu sudah kabari Tuan, kalau kamu sedang hamil?" Mbok Kem memberikan segelas s**u kepada Utari yang tengah asik mengunyah keripik kentang sambil nonton kartun. "Belum," jawab Utari acuh. Tuk... "Aduh, Mbok." Utari mengusap pelan keningnya yang disentil oleh Mbok Kem. "Kamu harus kabari tuan, dia kan ayah bayimu. Pasti tuan senang sekali mendengar kabar kehamilanmu." Utari menoleh dengan malas ke arah Mbok Kem yang sedang duduk di sampingnya. "Mau menghubungi ke mana. Kan Simbok yang selama ini telpon Om Abi. Tari kan tidak punya nomor ponselnya Om Abi." "Oiya, ya ampun Simbok lupa hehehe.” Mbok Kem menepuk pelan keningnya sendiri. Memang selama ini Utari tidak memiliki kontak Abi. Dia tidak pernah memintanya. Dia hanya pernah memberikan nomornya kepada Abi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD