Setelah bersama-sama meraih kepuasan, Lintang dan Ajeng langsung membersihkan diri di kamar mandi, juga bersama-sama. Keduanya bak dimabuk cinta dan hasrat yang menggebu. Tak jenuh saling memuji, membahas masa lalu saat masih belia. Ajeng tertawa kecil karena Lintang bercerita bahwa banyak temannya yang membicarakan kecantikan Ajeng dan kepribadiannya. Mereka tidak malu-malu membayangkan sosok Ajeng yang pasti lincah dan tidak membosankan. Padahal Ajeng merasa dirinya biasa-biasa saja dan tidak juga merasa cantik. Kini Lintang dan Ajeng sudah bersih dan rapi, seperti yang dia janjikan sebelumnya, Lintang membantu menata belanjaan di dapur. Dia terlihat cekatan memilah-milah makanan, mengelompokkannya di dalam kulkas dan lemari makanan. Melihat itu, Ajeng terpukau, sampai dia sempat terhe

