Hanna yakin Anung tidak bernyawa lagi, dia melihat darah mengucur sangat deras dari kepalanya yang terbentur dan Anung tidak bergerak lagi. Hanna bergerak cepat sambil memegang perutnya berusaha agar tidak terbentur, dia lalu memberhentikan salah satu mobil dan menumpang dengan membayar uang yang sangat banyak ke sopirnya. Dalam perjalanan menuju pulang, dia berpikir panjang, dan memutuskan untuk menjaga bayi yang dikandungnya dengan rencana-rencana. Hanna lega karena selama dua hari ini tidak ada yang menghubunginya terkait kecelakaan yang dialami Anung. Lebih lega lagi ketika mendengar berita bahwa Anung mengalami kecelakaan tunggal di jalan tol dan dinyatakan meninggal di tempat kejadian. Senyum Hanna mengembang, dan dia dengan cepat memikirkan sesuatu. Hanna tidak rela semua harta An

