Risau Janu

1099 Words

Janu juga berpakaian adat Jawa yang senada dengan Papa Lintang. Sepanjang acara dia seolah tidak mau terpisah dari Papa Lintang. Para tamu undangan kagum menyaksikan keakraban keduanya, yakin Lintang akan menjadi Papa yang baik bagi Janu. Beberapa kali dia disuruh agar turun karena Lintang dan Ajeng harus berpose berdua, Janu enggan turun dari gendongan, bahkan saat diturunkan, dia memeluk kaki Lintang, sementara Lintang sibuk menyalami para tamu undangan. “Janu kenapa?” tanya Ajeng yang menangkap wajah Janu yang seolah memikirkan sesuatu. “Janu liat Ayah.” “Ha? Di mana?” “Di depan.” Ajeng menelan ludahnya kelu saat melihat wajah Janu yang memelas. Lintang lalu meraih tubuh Janu dan menggendongnya lagi. Dia menenangkan perasaan Ajeng dengan berkata, “Mungkin lagi kangen ayahnya.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD