Anung sangat menyesalkan keadaan Ajeng yang lemah terbaring di rumah sakit. Ajeng mengalami keguguran dan harus melewati perawatan. Untungnya usia kehamilannya tidak lama, sehingga dia tidak perlu melewati proses kuret. Dokter hanya menyarankan istirahat total di rumah, sekurang-kurang dua minggu. Setelahnya, Ajeng harus memeriksakan kembali keadaannya ke dokter kandungan, untuk memastikan dia benar-benar sudah bersih. “Maaf, Mas.” Ajeng berucap maaf, merasa dirinya tidak berhasil mempertahankan janin yang dikandungnya. “Nggak ada yang perlu dimaafkan. Yang Mas sesalkan, kenapa kamu selalu memikirkan pertemuan Mas dengan Hanna.” Ajeng tidak tahu harus menjelaskan, dia sudah berkali-kali berusaha untuk tidak memikirkan Hanna, tapi dia juga tidak bisa menampik bahwa kehadiran Hanna memb

