Ajeng segera mengangkangkan kedua kakinya dengan menekuk, dia hendak melepas jubah pengantinnya, tapi dengan cepat ditahan Lintang. Sepertinya Lintang tidak mau berhubungan badan dengan tubuh polos telanjang di malam pertamanya malam ini. Dia meraih jubah pengantinnya dan memakaikannya lagi ke tubuhnya, agar suasana keintiman lebih terasa. Dan Ajeng dengan cepat memahami keinginan suaminya. “Aku jilat sampe puas, ya?” tawar Lintang dengan senyum hangatnya. Mungkin karena terbuai oleh suasana yang sangat intim di kamar pengantin, Lintang belum mau segera memasuki adegan utama. Ajeng mengangguk sambil mengeluarkan rengekan manjanya. Sebentar kemudian, dia merasakan satu kecupan dahsyat Lintang di area sensitifnya. Agak lama Lintang menatap benda berwarna pink itu yang sudah banjir dan k

