"Hahhh!!! Haaahh!!!" Aku mengerjap merasakan nyeri ditengkuk dan kepalaku. "Oh God! Alexys.. sayang..." Aku memandang wajah kak Drian yang terlihat panik mendekat padaku. "Aaakk.." aku ingin berkata-kata tapi rasa nyeri menyerang saat aku membuka mulut. Aku meringis sudah setengah menangis menahan nyeri teramat sangat. "Jangan bicara Lex. Jangan gerak. Kamu cedera. Sayang..." Dia kembali mendekat, aku merasakan ketakutannya. Mataku mengerjap, aku dimana? "Kamu dirumah sakit sayang tadi kamu dirampok dan.. aku... Oh Tuhan! Suster! Dia sadar!!" Kak Drian berteriak entah pada siapa dan aku memejamkan mata saat kupingku berdenging. Lamat-lamat suara pria itu menjauh dan aku kembali tidak sadarkan diri. Lex!! Alexys!!! *** Tut.. tut...tut.. Suara mesin pendeteksi detak jantung mengga

