CHP 17

1898 Words

Langkah kaki Geva terhenti di jalanan perumahannya yang sepi. Memandangi satu sosok lelaki berotot yang memiliki banyak tato di sekitar tubuhnya terutama area lengannya. Tatapannya sangar seperti biasanya dan melihat Geva seperti menemukan hiburan tersendiri untuknya. Biasanya mereka berdua. Geva mencengkram tasnya dan plastik berisi beberapa snack yang tadi di belinya di mini market depan. "Berapa kali sudah gue bilang kalau gue gak punya uang untuk membayarnya," desis Geva. Lelaki itu akhirnya maju menghampiri Geva yang sontak langsung mundur menjauh. Langkahnya berhenti ketika seorang lagi mencekal lengannya dari belakang membuat lelaki yang ada didepannya tetap maju mendekat dengan seringai di wajah. Geva mengumpat, seharusnya tadi dia langsung lari saja. "Ayahmu baru membayar sete

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD