Giovani memarkirkan mobilnya di dalam garasi rumah. Dia keluar dari sana dengan perasaan ringan. Merasa sangat senang sudah sukses memberikan kejutan untuk Rosie. Dengan tangan yang memutar kunci mobilnya diikuti dengan bunyi siulan dari mulutnya, Gio menapaki satu persatu anak tangga menuju ke pintu utama. Dengan senyum bahagia tidak pernah lepas dari wajahnya, Gio membuka pintu dan masuk ke dalam. "Mam, Gio pulang," teriaknya setelah menutup pintu. Langkahnya terhenti. Gio lebih dari kaget. Di ruang keluarga ada yang menyambutnya. Dia berdiri dengan kharisma yang tidak pernah pudar walaupun sudah berumur, protective memeluk pinggang Mamanya seperti yang sering dia lakukan dulu dan senyum menghiasi wajah keduanya. Gio hanya bisa menatap mereka dalam diam. Bergantian. Lalu papanya maj

