CHP 09

986 Words

"Ayah--" Geva berlari seraya berteriak saat melihat ayahnya akan mengunci pintu rumah. Wajah ayahnya langsung berubah keruh ketika melihatnya. "Kamu kemana aja Geva?" tanya Ayahnya saat mereka berdiri berhadapan. "Hmm, Geva ada tugas di rumah temen yah." Geva mengamati raut wajah ayahnya yang nampak lelah. "Tugas ?" Alis ayahnya terangkat karena heran. Geva mengangguk dan memperhatikan penampilan ayahnya yang lumayan rapi dan membawa satu tas berpergian. "Ayah mau kemana?" Ayahnya membuang muka, "Ayah ada dinas di luar kota. Kamu di rumah aja dan jangan berbuat ulah. Kalau sampai bandit itu datang lagi, kamu harus menghindar dulu sebisa kamu." Geva merasakan air matanya sudah akan mengalir turun, "Ayah tega ninggalin Geva sendirian di sini?" Ayahnya menoleh dan terdiam sesaat memp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD