CHP 11

2251 Words

Gio membawa Rosie ke dalam ruang sekretariat eskul Taekwondo yang kosong lalu menutup pintu dan menguncinya. Geva langsung terbelalak ketika Gio menyudutkannya ke dinding dan merentangkan kedua tangannya mengurung Geva di sana. Geva harus mati-matian menahan debaran jantungnya yang sudah berdetak tidak karuan. Apakah ini akhir dari keperawanan bibirnya. Entahlah. Mungkin Gio sedang bercanda saat ini tapi kalau sampai benar-benar terjadi, Geva pasti akan pingsan. "Kak—" "Lo mau alasan apa lagi?" Geva terdiam lalu menundukkan wajah. Gio menghela napas setelah memastikan Geva dalam keadaan baik-baik saja. Kedua tangannya dia turunkan membuat Geva menoleh dan ikut menghela napas lega tapi hanya sebentar karena setelah itu Gio malah semakin mendekat dan memeluk Geva. "Lo bikin gue khawatir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD