***** "Kenapa aku harus memakai gaun semewah ini hanya untuk melihatmu menandakan tangani kertas, Zayn?" "Karena hari ini kamu akan menjadi ratu, atau kita akan mati bersama," Athaya berdiri di depan cermin besar, memandangi pantulan dirinya yang tampak asing. Gaun yang disiapkan Sisca benar-benar berlebihan, bertabur payet yang mengilap tajam di bawah lampu kamar, dengan potongan yang terasa berat dan kaku. Belum lagi hijabnya yang dihiasi bros besar nan mencolok, seolah Sisca sengaja ingin menjadikan Athaya pusat perhatian di kantor pengacara nanti. Athaya berkali-kali menarik bagian dadanya yang terasa terlalu ketat dan membetulkan letak hijabnya yang terasa licin. "Zayn... apa aku harus benar-benar memakai ini?" keluh Athaya sambil menoleh. "Ini sama sekali bukan gayaku. Aku m

