Kedatangan Sang Penolong

1215 Words

***** "Percuma Anda melawan, Tuan Muda... Anda hanya membuang tenaga di tempat kumuh ini," Lantai kayu rumah Pak Ramli berderit keras saat salah satu pria berjas menerjang maju. Meski tubuhnya terasa seperti dihantam ribuan jarum karena luka-lukanya, Zayn tidak menghindar. Dengan gerakan refleks yang tajam dan terlatih, dia menangkap pergelangan tangan pria itu, memutarnya hingga terdengar bunyi krak yang mengerikan, dan menghantamkan sikunya ke rahang lawan. "Zayn, cukup! Kamu bisa mati!" Zayn tidak mendengar. Napasnya memburu, peluh dingin bercampur darah mulai merembes di balik kemeja putihnya. Dia kembali menerjang pria kedua, menjatuhkannya ke meja makan hingga hancur berantakan. Namun, karena kondisinya yang lemah, Zayn sempat terkena pukulan telak di perutnya. Dia terhuyung,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD