Pemuda itu menjadi gelagapan. Padahal dia sudah berusaha mengalihkan pembicaraan. “Mana aku tahu!” jawab Gilang sambil mengedikkan bahunya. Pria itu beranjak ke ruang makan. Malas menanggapi pertanyaan Sekar. Karena wanita itu sejatinya aneh. Pengen tahu, tapi kalau sudah tahu sakit hati. Trus, ngamuk. Tapi kalau nggak dikasih tahu, marah. “Bu, nggak masak ya?” tanya Sekar tatkala sampai di dapur, namun tak ada makanan di meja. Padahal Gilang sudah duduk manis di kursi meja makan. “Ya, ibu nggak tahu kalau kalian kemari. Ibu sama bapak kan mau kondangan, jadi, ya nggak masak,” jawab ibu Sekar. Dua manusia yang sudah kelaparan itu mendadak lemas. “Kamu masak sajalah, lah, Dik!” usul Gilang seenaknya. Mata elangnya menatap Sekar penuh harap. Sekar membalas tatapan itu dengan denga

