85

1086 Words

Aku membeku, lidahku kelu untuk menjawab perkataannya. Langkah kaki yang tadinya akan keluar tiba-tiba seperti lengket di permukaan lantai. Aku tertegun kaget, membeku dan merasa terintimidasi dengan bagaimana cara dia menanyaiku. "Saya rasa, saya bekerja dengan baik." "Katakan padaku... Di bagian yang mana Renaldi bisa jatuh cinta padamu?" "Saya tidak tahu," balasku pelan. Aku mencoba bersikap santun, nada bicaraku juga rendah sekali, berikut juga dengan tatapan mataku. "Kau tahu kau harus berhadapan denganku jika itu tentang Renaldi!" "Aku tidak mengerti Bu, aku tidak mengerti maksud anda." "Kau jelas menangkap apa maksudku, dan aku rela bersaing denganmu untuk kembali bersama dengan lelaki itu!" Ucapannya seperti petir, seperti sesuatu yang sontak menghentikan detak jantungku.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD