Ucapanku membuat orang-orang yang ada di sekitar situ tertawa, mereka langsung tertawa dan sontak saja gundik suamiku merasa sangat malu, dia mencengkram tangannya dan wajahnya terlihat merah padam menahan amarah. "Lalu kau yang menghina kesenangan kami, Apakah kau sedang menunjukkan kecemburuanmu? Kau dengki kan?" Suamiku sontak saja memasang badan untuk kekasihnya itu. Orang-orang yang kebetulan berada di depan toko emas yang berdampingan dengan ATM, berkerumun dan penasaran atas percakapan kami. "Apa? Buat apa dengki dengan wanita obralan?" "Mas, ucapannya sangat keterlaluan," bisik wanita itu sambil bersembunyi di belakang punggung suamiku, dia mengadu dan meminta agar Arman menghukum diri ini dan membalas perkataanku dengan kejam. "Dasar wanita durhaka, tak akan kutinggalkan

