87

1018 Words

"Selama kau belum jadi istri Renaldi, jangan merasa di atas angin. Hari ini semua orang membelamu tapi besok belum tentu," ucap Lorena saat aku dan dia bertemu di ujung koridor di jam pulang kantor. Karena kami menuju lift yang sama, aku terpaksa harus satu perjalanan dengannya, ditambah karena harus mengejar waktu menjemput anak-anak maka niat untuk menghindarinya terpaksa harus kutahan. Kebetulan di dalam lift hanya aku dan dia, sehingga wanita itu tidak melewatkan waktu untuk segera membalas dendam dan menyudutkan diri ini. "Kenapa kau diam saja?" "Tidak ada yang harus dibahas, Bu. Saya juga sudah lelah sekali." "Kalau lelah menyerah saja, Aku tidak akan melepasmu sampai kau pergi dari tempat ini!" "Apa tujuanmu, Apa keuntungan mau memisahkanku dengan mas Renaldi!" "Karena ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD