Dua hari setelah pertemuan dengan Arman di restoran, tiba-tiba mantan Mertuaku datang berkunjung. Hal yang paling mengejutkam adalah, beliau membawa begitu banyak makanan dan hadiah bagi Dika dan inayah. Sikapnya juga begitu berbeda dari sebelumnya. Aku yang tiba dari kantor kaget dengan beberapa tas belanja dan kue-kue yang ada di meja. Bahkan ada beberapa box gadget dan Playstation terbaru yang harganya juga cukup mahal. "Dari siapa ini?" "Dari oma." "Apa dia datang?" Tanyaku dengan heran karena sebelumnya Mertuaku cukup berhemat dalam hal mengeluarkan uang. Bahkan dia sendiri melarangku untuk terlalu memanjangkan anak-anak dengan gadget. "Masih ada di dalam," jawab Dika. Aku segera masuk ke dalam dan menemui mantan Mertuaku sedang berbincang-bincang di ruang keluarga bersama k

