18

1044 Words

Dingin.... Ranjang, kamar dan suasana rumah Ini begitu dingin. Hatiku juga begitu, dipenuhi dengan aura kelabu dan kehampaan, jiwaku hancur berkeping-keping mendengar sebuah pengakuan dan melihat sendiri dengan mata kepalaku, orang yang aku cintai memeluk orang lain dan bersumpah kalau dia mencintainya. Masya Allah. Kabarnya, takdir seseorang telah tertulis sebelum mereka terlahir, riwayat itu menggantung di sebuah pohon yang bernama Lauhul Mahfudz, daunnya bergoyang saat tertiup prahara dan takdir yang akan membawanya. Lalu apa yang tertulis dalam hidupku? Kupikir pernikahan adalah sumber kebahagiaan dan ibadah terlama yang akan kulakukan. Kenapa harus ada noda, kanapa harus ada orang ketiga? Dan kenapa ujian ini harus terjadi padaku. Apa yang Tuhan janjikan dalam qada dan qadarku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD