64

1066 Words

Selesai makan aku tiba-tiba terlintas ide untuk mengajak anak-anak jalan-jalan, aku penasaran Hanifah akan kemana bersama kekasihnya itu. Aku ingin melihatnya dan melihat bagaimana interaksinya bersama calon suaminya itu. Aku tahu ide itu akan menyakitkan hatiku tapi entah kenapa keinginan untuk "menguntitnya" terasa begitu kuat di hatiku. Aku sangat cemburu istriku akan menikah tapi aku rindu ingin melihatnya meski itu dari kejauhan. Meski hatiku terbakar oleh rasa iri dan dengki tapi aku juga senang jika di sisi lain ada laki-laki yang mencintai dan ingin membahagiakannya. Hanifa pantas mendapatkan hidup yang lebih baik setelah penderitaan panjangnya bersamaku. Aku tahu selama menikah denganku, Hanifah lebih banyak korban perasaan dan kesabaran, dia lebih sering menunda keinginannya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD