66

1112 Words

Mas Arman panik, entah berapa lama dia tinggalkan anak-anak sehingga tiba-tiba ia begitu gugup dan panik. "Saya sungguh minta maaf, tapi saya harus pergi sekarang karena anak-anak pasti sudah sejak tadi menunggu," ujarnya. "Jadi kalau ajak mereka kemari, kau suruh main sendiri dan kau menguntit kami?" "Bukan begitu, tadi aku... anu, ta-tadi, aku cari minum." "Jika hanya cari minum Kenapa kau mengikuti kami?" "Permisi Aku benar-benar harus pergi!" Ujarnya sambil mengangkat kedua tangannya, berusaha untuk menenangkan dan ingin kabur dari kami. "Ayah! Ayah ke mana aja sih?!" Tiba-tiba Inayah dan Dika datang dari arah berlawanan, kedua anakku itu nampak sangat marah terhadap ayah mereka. "Dika, Inayah!" "Bunda!" Anak-anak menghambur padaku dan memelukku. Inayah sampai menangis dan t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD