69

1105 Words

Aku kembali ke ruanganku dengan segala kegelisahan hati. Kucoba untuk menghubungi Arman dan meminta dia untuk pergi sesegera mungkin,tapi pesanku hanya centang satu. Entah pria bodoh itu masih berkeliaran di gedung berlantai 20 ini ataukah dia sudah pergi, yang jelas jika Mas Reynaldi bertemu dengannya maka dia akan dipukuli habis-habisan. "Bu, Apa Anda dengar sesuatu?" "Ada apa?" "Bu, terjadi keributan di basement, ini rahasia yang harus saya sampaikan kepada anda," ujar asisten pribadiku. "Keributan apa?" "Sepertinya Tuan Renaldi, sedang memberi seseorang pelajaran." "Hah!" Aku langsung terbangun dari posisiku dan bergegas menyusul ke lantai paling dasar gedung ini. Kunaiki lift yang segera menuju ke lantai bawah, sepanjang turun aku terus gelisah, tak sabar, telapak kakiku rasa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD